[April] Close Up-Interview with Tsaki

Jadi ya, Bebi seneng banget akan keluarga-keluarga  BBI yang hadir di #BBI4thTalkshow! Acaranya seru kan? Seru dong!!

*Tiba-tiba lihat tanggal* dan baru nyadar kalo udah tiba aja di tanggal tua! Nah ya, ada apa dengan tanggal tua?

Kamu benerrr!!! #niruDora.

Iya, di tanggal tua, seperti biasa, Bebi akan “mewawancarai” seorang member yang baru bergabung dengan keluarga besar BBI!

Bicara lagi tentang ulang tahun Bebi yang jatuh di tanggal 13 April. Member yang kali ini akan Bebi kepoin juga lahir di tanggal dan bulan yang sama loh! 13 April, dengan tahun yang berbeda tentunya! (Ya iyalah, kalo tahun yang sama… ) Tahun 1992.

Selamat Ulang Tahun, Tsaki!

 

For your information, nama dari member yang akan Bebi wawancarai hari ini adalah Tri Saputra Sakti yang mengolah blog Ulasan Buku Tsaki

Untitled

Sebelum mengawali wawancara ini, Bebi pingin tanya dong… udah pada baca CUI edisi bulan Maret kemarin belum? Kalo belum bisa di baca [di sini]. Kalo bulan lalu sistem pertanyaan Bebi di bagi dua bagian yang terdiri dari pertanyaan dan preference. Kali ini Bebi “menghilangkan” bagian preference ya. Kenapa? Ya iyalah… Kan lucu kalo nanya abang ini beginian: Lebih milih Miranda Kerr atau Scarlett Johansson? eh.. maksudnya Suzanne Colins atau Veronica Roth…

Jadi ya, CUI bulan ini ‘hanya’ tentang pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan langsung/ tidak langsung dengan dunia perbukuan^^

 

Seperti biasa,

Warna hitam untuk pertanyaan Bebi

Warna biru untuk jawaban Tri Saputra Sakti,

Warna pink untuk komentar-komentar Bebi yang wajib di baca!^^

 

Q: Halo, Tsaki. Salam Kenal! Bebi dan kawan-kawan penasaran nih tentang kamu! Perkenalin dulu dong tentang diri kamu!
A: Halo halo. Kenalin, saya Tsaki. Baru lulus kuliah dan ulang tahunnya sama kayak BEBI! :D Saya kebetulan anak ketiga dari empat bersaudara, di mana dua kakak dan satu adik saya nggak terlalu suka baca. Kadang suka jadi outsider karena hal itu :))
(Aaa… outsider? mungkin mereka bukan ‘nggak terlalu suka’ baca. Mungkin mereka cuma belum ‘menemukan’ buku yang bener-bener gimana gitu.. kadangkala, buku yang ‘gimana-gitu’ bisa ngebuat kita ‘ketagihan’ untuk membaca! Beneran! Bebi nggak bohong nih!

Q: Oya?? Baru lulus? Selamat buat kelulusannya! By the way, lulus dari jurusan apa nih? Sastra?
A: Bukan, bukan Sastra! Malah jurusan Ilmu Administrasi Negara. Jurusan yang mengupas tuntas tentang pemerintahan. Kalau baca, memang hobinya baca, Bebi.

Q: Loh, kok nggak ambil jurusan sastra atau semacamnya? Biasanya kan (kebanyakan) orang ambil jurusan dari ‘hobi’-nya.
A: Sebenarnya sempat daftar Sastra Prancis, eh tapi ditolak. Selanjutnya malah dapet Jurusan Desain, Filsafat, dan Ilmu Administrasi Negara di PTN yang berbeda. Akhirnya milih Ilmu Administrasi Negara deh.
(Oh, ternyata gitu..)

Q: By the way, domisilinya di mana ya, Tsaki?
A: Aku domisili di Jakarta Barat, makanya sekarang dijerumuskan *loh* sama Geng Jabo di WhatsApp. Rame ya anak-anaknya. Seru! ^^
(Ya pasti dong rame! Anak BBI memang seru-seru!)

 

Q: Ngomong-ngomong, berdasarkan informasi yang Bebi dapat. Tsaki ini termasuk salah satu member yang jadi penulis ya? Gimana ceritanya?
A: Oh itu sih kayaknya kebetulan. Selama ini memang suka nulis cerpen aja. Terus iseng ikut sebuah proyek penulisan. Dan lagi beruntung, ternyata diterima. Jujur aja aku malas menulis sebenarnya. Dan saat itu dituntut untuk rajin menulis karena ada jadwal menulisnya.

Q: Wahh!! Tsaki udah nulis cerpen, ya? Kalau boleh Bebi tahu, judulnya apa ya?
A: Cerpennya bukan dalam bentuk buku kok. Beberapa emang nongol di majalah, tapi nggak banyak dan nggak pro karena masih amatiran… ^^

Q: Kesulitan-kesulitan apa yang Tsaki dapat dalam proses pembuatan?
A: Kalau cerpen sih moody-an. Kalau emang lagi dapet feel nulisnya, ya nulis aja. Tapi sepanjang tahun 2014-2015, aku ngerasa nggak produktif… hehehe.

Q: Loh.. *setelah Bebi menelah lagi*, bukannya #berdasarkaninfo Tsaki sudah nerbitin buku yah di GPU? Nah, selain cerpen, ada nggak buku Tsaki yang lainnya yang telah diterbitkan?
A: Kalau novel, aku sempat nulis bareng dua partner menulisku judulnya Hujan Daun-Daun (Gramedia Pustaka Utama). Sekarang sih lagi menyusun plot buat novel solo. Doakan saja bisa kelar, soalnya aku pemalas banget orangnya… >.< Nah, Kalo Bebi sering nggak malas makan Bakpao? xD
(Wah, moga-moga kelarnya cepet ya! Pemalas? Wah.. kalo Bebi sih ‘nggak’ bakalan pernah malas makan Bakpao ya, secara tuh… #eh)

Q: Sebagai penulis, Tsaki sering nggak ngalamin apa yang namanya ‘Writer’s Block’? Biasanya, kalo udah ngalamin yang satu ini, hal apa yang Tsaki lakukan?
A: Sebagai penulis ya… Errr.. Belum bisa bilang diri sendiri penulis, tapi kalau mentok ya paling selingkuh sama naskah yang lain (yang entah kapan selesainya salah satu dari mereka itu, hahaha)

 

A: Seperti biasa, Bebi penasaran nih, minat baca Tsaki itu timbul sejak kapan?
Q: Sebenernya udah lama banget suka baca novel kayak yang saya bilang sebelumnya. Tapi pas kuliah sempet "off" baca karena tugas dan organisasi segambreng. Terus ada penerbit yang ngadain temu pengarang-pembaca di tahun 2013. Eh, kenalan sama orang yang suka baca dan akhirnya memutuskan untuk segera mengejar ketertinggalan dalam dunia fiksi (halah). Dan ikut deh Goodreads.
Ikut Goodreads pun suka ngereview buku. Dari situ muncul keinginan untuk nge-blog tentang buku... :)

A: Oh ya?? Emangnya apa sih buku pertama yang Tsaki baca? Lalu, buku yang ‘menginspirasi’ Tsaki untuk terus-terusan baca apa sih?
Q: Sejak kecil. Sejak TK, sebenernya. Suka beli Donal Bebek dan Paman Gober. Tapi dibacain sama Mama, hehe. Suka majalah Bobo Junior, Ino, Ina, ah banyak deh kalo majalah. Terus naik level ke majalah Bobo, terus kelas lima diracunin baca Harry Potter... dan keterusan deh sampe sekarang.
(Jadi inget masa-masa kecil nih Bebi #ehh baru inget kalo Bebi memang masih kecil, masih 4 tahun. Haha. #jayus. Btw, komik Donal Bebek dan Paman Gober memang booming banget di tahun 90-an, mungkin sampai sekarang masih ya, cuma kan sudah sedikit ‘anak zaman sekarang’ yang ngebaca buku begituan. Mereka banyakan lebih prefer ke ‘Gadget’... Jadi pengen balik ke masa lalu nih Bebi.. #eh)

A: Berarti Tsaki udah banyak dong ‘experience’-nya pada dunia perbukuan.. Buku favorit Tsaki apa dong?
Q: Meskipun nggak terlalu suka fantasi, tetep aja Harry Potter!
Tapi sejauh ini malah suka baca buku-buku romance dan tulisan-tulisan ngepop. Tapi kalau disuruh baca apa aja, ya nggak bakal nolak karena kayaknya tipe omnivora sama fiksi…
(Nggak terlalu suka fantasi tapi baca Harry Potter? Beneran.. ini kayaknya ‘salah-satu’ keajaiban tangan J.K Rowling yah. Bisa bikin orang yang tadinya ‘biasa-biasa’ aja sama genre fantasi jadi ‘addicted’ sama Harry Potter!)

Q: Loh, jadi genre favorit Tsaki apa dong?
A: Apa pun yang enak dibaca, hahaha. Soalnya juga suka baca sastra, suka baca science fiction, kadang fantasi, suka baca thriller juga. Jadi apa ya, nggak spesifik. Tapi kalau paling banyak dibaca kayaknya baca novel young adult kali ya. Kalau favorit, nggak ada genre yang paling favorit juga…

Q: Kalo penulis favorit?
A: Kalau luar negeri, suka banget sama tulisannya Jodi Picoult, Jonathan Stroud, dan nggak bisa dimungkiri suka sama J. K. Rowling slash Roberth Galbraith hehe. Kalau untuk penulis lokal, yang ngepop aku suka sama Sitta Karina dan Clara Ng, plus Remy Sylado. Kalau agak nyastra aku suka Leila S. Chudori, Ayu Utami, Eka Kurniawan… duh banyak.

 

Q: Hobi Tsaki yang lain selain ‘membaca’ apa dong? Pasti banyak kan?
A: Banyak? Hahahaha.
Kebetulan hobi gambar juga kalau lagi stres banget. Gambarya sih nggak bagus, tapi kadang selain nulis, pelampiasan otak yang keruh itu ya ngegambar. Terus suka nyanyi (ini hobi bukan, ya?) padahal suara sember banget.
Dan yang lagi rajin sih sebenernya lari (lagi in banget kan ya sekarang sama event lari), biasanya seminggu bisa lima kali, dua harinya bisa rest, dan paling sering long run (di atas 21K) kalau hari Minggu, kecuali ada race… :D

 

Q: Bicara soal melemahnya minat baca generasi Indonesia, temen-temen Tsaki gimana?
A: Kalau temen-temen di kuliah dulu sih juga heran sama aku karena suka baca novel di sela tugas. Padahal itu tahap refreshment-nya, nggak tau aja mereka. Tapi nggak sedikit temen kuliah yang suka baca. Bahkan kami sempat hunting novel bareng.

Q: Novel apa sih yang paling ‘terkenal’ di kalangan Tsaki dan kawan-kawan?
A: Kalau yang awam, ya awam banget. Paling novel yang tau-tau diangkat di layar lebar. Kayak begitu deh. Tapi mereka sangat mengenal Tere Liye, omong-omong.

Q: Lalu, bagaimana tentang genre? Genre yang paling ‘common’ dibaca oleh Tsaki dan Kawan-kawan apa?
A: Mereka sukanya juga cerita-cerita romance yang bisa dilahap sekali duduk. Temen-temen di komunitas menulis juga suka cerita romance, ada pula yang suka bunuh-bunuhan. Tapi ya itu tadi. Karena aku omnivora, ya cukup nyambung juga sama semuanya. Meskipun “rak buku”-ku sendiri nggak terlalu banyak.

 

Q: Karena Tsaki juga sudah nggak asing dengan dunia ‘penulisan’, boleh dong Bebi nanya tentang ‘buku gimana sih yang bagus?’. Ah, maksud Bebi itu, sebuah novel bakal bagus kalo…?
A: Gaya mengeksekusinya bagus.
Nggak masalah premis klasik atau pernah ditulis, mau pembaharuan dari dongeng kayak Cinderella, kalau dieksekusi dengan mantap pasti bagus. Eksekusi kan termasuk mikirin plotting, karakternya gimana, alurnya gimana, dan sebagainya. Dan hal-hal itu bakalan "kaya" kalo penulisnya suka baca
(Ah.. eksekusi yah.. kok jadi inget tentang 8 terpidana dieksekusi mati yah.. #bah. Btw menurut Bebi sih novel bakal bagus kalo gratis #blah. Soalnya uang Bebi pada abis di Bakpao :()

Q: Nah, selanjutnya… sebuah novel bakal ‘buruk’ kalo…
A: Kalo ditulis cuma untuk sekadar menulis (nggak serius).
Tapi biasanya saya nggak lanjut baca kalo ada novel yang di awalnya langsung ngasih tau backstory novel atau latar belakang karakter. Novel kan panjang, masa ditaruh di depan... saya rasanya kayak disembur sama penulisnya. Dan saya kerap menemukan hal itu... Sedih rasanya. Eh, tapi ini masalah selera pribadi, sih... :)
(Sama dong!!! Bebi juga begitu. Nggak suka sama novel yang ‘terkesan’ buru-buru banget. Apalagi kalo banyak typo yang bertaburan. Jadi males sih bacanya.)

 

Q: Bicara soal nge-blog, kok Tsaki jadi kepikiran untuk nge-blog tentang buku?
A: Sebenernya udah lama banget suka baca novel kayak yang saya bilang sebelumnya. Tapi pas kuliah sempet "off" baca karena tugas dan organisasi segambreng. Terus ada penerbit yang ngadain temu pengarang-pembaca di tahun 2013. Eh, kenalan sama orang yang suka baca dan akhirnya memutuskan untuk segera mengejar ketertinggalan dalam dunia fiksi (halah). Dan ikut deh Goodreads.
Ikut Goodreads pun suka ngereview buku. Dari situ muncul keinginan untuk nge-blog tentang buku... :)

Q: Biasanya, Tsaki ‘mereview’ buku itu gimana sih? Cara mereview versi Tsaki gimana?
A: Kalau ngereview, penginnya review novel yang bagus-bagus aja. Bagus-bagus dalam arti “versi” aku sendiri ya. Jadi lebih gampang untuk menampilkan kelebihan buku. Biasanya kalau aku nggak suka bukunya, aku cuma kasih bintang aja. Takutnya reviewku malah ngejelekin buku padahal cuma karena masalah selera. Sebenernya kalau ngereview pengin ngasih kelebihan dan kekuragan isi novel sih, kayak yang diajarin sama guru Bahasa Indonesia waktu SMA… hehehe.


Q: Setelah wawancara kita yang gimana-gitu ya, kok kayaknya Bebi belum nanya soal ‘Tsaki tahu tentang BBI dari mana?
A: Tahu BBI dari... temen.
Karena di Goodreads awam, pas ketemu Mbak Orinthia Lee di salah satu ajang nulis gitu, diceritain tentang BBI. Katanya ada komunitas buat baca dan suka review. Udah tertarik, tapi belum ada keinginan buat gabung. Sebenernya tergiur katanya banyak buntelan gratis #ups! Nah, akhirnya buat blog buku, eh tapi aku malah lupa daftarin. Sampe akhirnya Mbak Orin ngingetin aku dan kasih link-nya deh. Dan gabung deh sama Bebi :D

Q: Sebagai penutup, Bebi mau tahu dong, alasan Tsaki untuk bergabung dengan BBI apa?
A: Karena saya sendiri suka ngeliat gaya anak BBI nge-review. Jadi pengin belajar juga nge-review yang bagus, plus banyak-banyakin temen yang suka baca. Karena sebenernya saya suka socializing juga... Dan karena sebenernya udah ngebet pengin gabung, ya ketika ada jalan buat gabung sama BBI, ya kenapa nggak… :D

 

KESAN dan HARAPAN untuk BBI?

Sebelumnya, mau ucapin selamat ulang tahun buat BBI yang ternyata tanggal dan bulannya sama kayak saya!

Kesan saya sih, BBI itu komunitas baca yang oke. Yang paling mencolok sebenarnya adalah dalam hal anggota nge-review tulisan-tulisan. Meskipun mereka bilang nggak suka, mereka selalu memperlihatkan kelebihan-kelebihan dari novel tersebut. Dan semoga dipertahankan...

Harapan ke depannya..... Hmmm… apa, ya?

Karena saya anaknya normatif banget...

Harapannya semoga makin baik lagi dan sering ngadain event spektakuler! :D





Karena Bebi tahu kalo anak-anak BBI itu kepo-nya tingkat dewa, jika ada ‘pertanyaan’ untuk Tsaki bisa menghubungi Tsaki di:

Twitter: @TsakiDaruchi atau tsakidaruchi.blogspot.com :D
Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
Jiah
AUTHOR
01 May, 2015 00:08 delete

Hoooo ini tsaki daruci toh

Reply
avatar
01 May, 2015 17:18 delete

Wah salam kenal kak Tsaki ^^ cieee tanggal lahirnya samaan sama Bebi >,<

Reply
avatar
Arfina
AUTHOR
08 May, 2015 05:13 delete

Namanya keren Tsaki ^o^ Jejepangan gitu

Reply
avatar
Helvry Sinaga
AUTHOR
05 June, 2015 03:42 delete

Wah harusnya Tsaki datang pas ultah BBI kemarin, sekalian tiup lilin #eh

Reply
avatar