Ngobrol Bersama Abduraafi Andrian

Halo sahabat-sahabat Bebi, semoga postingan ini menemui kalian semua dalam kondisi sehat, bahagia serta sentosa. Yeaayy....

Anggota BBI semakin bertambah setiap tahunnya. Mereka datang dari berbagai daerah dan latar belakang. Nah untuk lebih saling mengenal antar anggota, maka Bebi akan mewawancarai para anggota baru. Wawancara ini akan terbit setiap 2 minggu sekali dengan member yang berbeda.

[caption id="attachment_38321" align="alignleft" width="126"]Avatar Twitternya kak Raafi Avatar Twitternya kak Raafi[/caption]

Dan yang terpilih untuk diwawancarai di episode perdana ini adalah : kak "Abduraafi Andrian" dari blog Ough, My Books!   Horeeeeee....... *tebar confetti* *abis itu ospek kak Raafi buat nyapu confetti* #lah



blog raafi

ket :
warna hitam : Bebi selaku pewawancara
warna biru : Raafi selaku narasumber
warna pink : Komentar
(gak penting)Bebi yang harus ikut dibaca. Kan Bebi udah bela-belain nulis. #dicekokinjangkar

...about his recent life...

Q : Halo kak Raafi, boleh tolong sebutin data diri? Seperti domisili di mana dan pekerjaan sekarang apa?
A : Aku tinggal di Tangerang. Alhamdulillah udah lulus kuliah dan wisuda. Sekarang kerjanya nganggur ditemani buku-buku dan nyambi jadi editor freelance

Q : Waaahh.....selamat ya untuk wisudanya. Kuliah di jurusan apa?
A : Kuliahnya jurusan manajemen informatika. Dan itu jauh banget dari pekerjaanku sebagai editor. Tapi editor itu cita-cita yang sudah kutanam sejak pertama kali berkenalan dengan buku.
(Hehehe...wajar kok, kak. Memang seringnya cita-cita gak sejalan dengan realita. Seperti Bebi yang bercita-cita nikah sama Adam Levine, eh sekarang malah...ah sudahlah #GakBolehCurcolKatanya)

Q: Ebentar...tadi katanya bekerja sebagai editor? Gimana...gimana?
A : Iya, sekarang aku punya pekerjaan baru yaitu editor freelance. Satu novel terjemahan fantasi sudah aku edit dan menuju toko buku : The Darkest Minds. Seperti mimpi jadi nyata, menjadi editor dengan buku genre favorit: fantasi.

Q : Wooowww....keren! Selamat (lagi) ya untuk kelahiran buku barunya. (lempar confetti lagi sekalian petasan. Kak Raafi ini yang beresin *siul-siul*)
A: Yeah. Makasih banyak. Jangan lupa cicipi hasil editanku. Hehehe....(hohoho...beres itu mah. Yang penting itu confetti dan sisa petasan disapu dulu coba, Kak Raafi).

Q : Ceritain dong gimana awalnya bisa jadi editor The Darkest Minds sampai bisa masuk ke dunia penerbitan gitu. Pasti teman-teman BBI banyak yang penasaran.
A : Ah ya. Beberapa teman juga tanya tentang itu.
Jadi editor ini berawal dari informasi seorang teman yang kerja di penerbit itu. Dia bilang sedang cari editor baru. Katanya biar pembaca ikut andil dalam pembuatan buku atau novel terjemahan. Memang ada beritanya via twitter dan aku langsung kirim CV dan contoh naskah editanku ke email yang bersangkutan. Setelah beberapa minggu diproses, aku jadi editor deh. Sebenarnya ini tentang kesempatan sih. Walaupun kecil kemungkinannya, kita harus tetap mencoba. Aku juga sempat cari naskah cerpen temanku buat jadi bahan editan sebagai syarat yang ditentukan penerbit itu. Dan syukurlah dapat. (Iya bener ya, kak Raaf. Ibarat kata jadi editornya The Darkest Minds itu emang sudah destiny-mu. *lalu galau membayangkan destiny Bebi di mana* #CukupBebCukup)

Q : Terus rencana ke depannya gimana? Berniat ngejar karir di dunia penerbitan ato di manajemen informatika?
A : Rencana ke depan ya...(mata menerawang, backsound musik syahdu mengalun...#terbawasuasana) mau coba dunia kerja. Kalo bisa kerjaan yang berhubungan dengan buku. Jadi asisten editor boleh, jadi proofreader boleh, apapun deh. Tapi kalo emang peribahasa "dunia kerja itu keras" ya tidak tutup kemungkinan kerja di luar bidang itu. tapi mungkin dengan setengah hati. *hiks*
(Didoain semoga dapat kerjaan sesuai dengan keinginan hati ya, kak Raaf).

...about himself and his past life...

Nah setelah bahas masa sekarang dan rencana masa depan, yuk kita balik ke masa lalu. Etapi bentar dulu ya, kak Raaf...(ganti backsound dengan dangdut pantura biar suasana lebih bersemangat). Ditingkahi suara Ayu Tinting mencari alamat yang udah di-remix ampe gak mirip lagi dengan lagu aslinya, pembicaraan kami pun berlanjut.

Q : Cerita dong, dikau berapa bersaudara, sewaktu kecil tinggalnya di mana dan Raafi kecil tuh seperti apa?
A : Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adikku laki-laki juga.
Sejak kecil hidupku udah berpindah-pindah. Pindah kota, pindah sekolah, gonta ganti teman. Aku tinggal di kota Cilacap sekitar 10 tahun. Lalu pindah ke tempat nenekku di Wanareja, salah satu kecamatan di kab. Cilacap juga. Tapi karena aku kurang pandai bergaul, bukannya tambah teman, aku malah jadi minder sama teman baru.
Dari situlah aku lebih tertarik sama buku. Buku itu the best friend-lah pokoknya. Tapi semakin besar semakin realistis. Kalo ga punya teman, ga bisa bersosialisasi malah nanti kena batunya. Jadi aku mencoba terbuka sejak SMP dan SMA dengan ikut kegiatan ekstrakurikuler. Dan yeah, teman yang nyata itu memang dibutuhkan. Sangat malah. (Setuju, kak Raaf. Karena persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah #hayoloh #YouSingYouLose)

Q : Cita-citanya waktu kecil apa? Jadi editor juga?
A : cita-cita waktu kecil itu jadi penyanyi. Serius deh, kalo diingat-ingat lagi, aku ketawa sendiri. Karena memang waktu SD suka ditunjuk guru ikut berbagai lomba dan, ya...membuahkan hasil. Waktu SMP dan SMA semakin intens berlatih dengan paduan suara di sekolah. Waktu kelas 11 SMA aku sempat jadi juara 2 lomba nyanyi tunggal keroncong POPDA SENI sekabupaten. Dan itu memacu lagi buat jadi penyanyi sampe sempat ikut audisi Indonesian Idol beberapa tahun lalu. Hahaha... Lucu deh kalo ingat masa-masa itu. Sekarang sih sudah realistis. *sudah berapa kali bilang realistis ya?*

Q : Hapaaah? Pernah ikutan indonesia idol? Wow...ketemu Anang dong? (kenapa Anang yg diingat?)
A : Wahaha...Gak sampe ketemu para artis, Beb. Sebelumnya ada audisi booth kecil dulu, dan disitu aku pulang lebih awal. *biar dramatis* (Dan aura yang dihasilkan dari dangdut Pantura tidak pernah terasa sedramatis ini)

...about books and his love of reading...

Yuk...kita pindah bahas buku, Raaf. Hal yang kita dan semua BBI suk...
"Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku. Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh..."
Aduh...mulai gengges ya background musiknya. Ya udahlah..ganti lagu aja dulu. Diiringi vokal kejepit pintu khas Adam Levine, kami melanjutkan percakapan via LINE yang sempat tertunda.

Q : Semua juga tahu sih ya kak Raafi demen banget dengan genre fantasi. Selain fantasi, suka genre apalagi?
A : Aku gak ada favorit lain selain fantasi. Saking sukanya aku sampe bikin grup PNFI Mei tahun lalu. Tapi kalo suka, ya aku suka kisah klasik, literatur Indonesia dan fiksi-historis.

Q : Novel fantasi yang bagus menurut kakak seperti apa?
A : Menurutku novel fantasi yang bagus adalah yang membawa pembaca berimajinasi tinggi tentang apa yang diceritakan. Apapun unsurnya. Settingnya bisa terdeskripsikan dengan baik, karakter yang tidak mainstream dan penuh kejutan, bisa juga entitas (makhluk) fantasi yang digambarkan secara rinci sehingga pembaca dapat mengolah dengan pikiran mereka sendiri. Salah satunya tercapai, maka novel fantasi bisa dikatakan bagus.

Q : Lalu novel fantasi yang memenuhi kriteria itu apa?
A : Untuk novel fantasi ya, jujur aku belum baca Harry Potter. Banyak yang minta aku untuk baca serial itu karena katanya memang rekomendasi untuk genre fantasi. Tapi yang bisa membuatku jadi suka novel fantasi adalah seri The Heroes of Olympus-nya Rick Riordan. Itu rekomen banget deh. Kita juga bisa belajar mitologi Yunani dan Romawi.

Q : Ah iya...Rick Riordan emang seru. Bebi juga suka mitologi. Ada seri mitologi lain yang disukai, kak?
A : Nah...mitologi lain. Ada novel Sea of Trolls karya... siapa ya? Lupa. Cerita fantasi berlatar mitologi.

Q : Ooo...Sea Of Trolls. Nordic mythology berarti ya. Suka banget mitologi ya, kak Raaf?
A : Nah iya. Nordic. Bebi tahu banyak ya. (Aduh...jadi tersipu #hooyy. Yaiyalaaahh...Bebi gitu lho). Mitologi itu menyenangkan. Ada yang bilang itu memang ada di jaman dulu, tapi yah, namanya mitologi itu berdasarkan kepercayaan.

Q : Jadi penulis fantasi favorit yang semacam Rick Riordan ya?
A : Rick Riordan dan Neil Gaiman. Neil Gaiman top deh bikin dark fantasy, cerita yang spooky misterious semacam itu. Selain itu ada Jonathan Stroud penulis bartimaeus. Mereka bertiga deh top 3 buatku.

Q : Eh...kak Raafi bilang belum baca Harry Potter? Emang belum sempat aja ato gak minat? Kalo Lord of The Ring udah baca, kak? Bebi suka iri sama orang-orang di kedua seri itu. Bebi kan juga pengen naik naga.
A : Hahaha... belum baca keduanya, Beb. Aku bukan yang terlalu mainstream, maksudku kalo orang bilang bagus, aku malah muak karena mungkin mereka hanya membesar-besarkan dan ikut-ikutan saja. Tapi aku memang pengen baca Harry Potter kalo ada waktu. (Oh gitu. Tapi kak, kalo banyak orang bilang Bebi keren karena emang gitu kok. Bukan dibesr-besarin #Bebimalahpromosi)

...about PNFI...

Q : Tadi sempat nyinggung tentang PNFI. Ceritain dong tujuannya kak Raafi membentuk PNFI. (PS : Buat yang belum tahu, kak Raafi ini pendiri Penggemar Novel Fantasi Indonesia, sebuah grup penggemar fantasi yang berbasis di Facebook)
A : Tujuannya supaya para penggemar novel fantasi bisa berkumpul bersama, sharing tentang apapun di bawah lingkup novel fantasi. Banyak juga penulis-penulis fantasi amatir yang minta kritik dan sarannya di sana. Pokoknya segala tentang fantasi deh.

Q : Dan sekarang PNFI udah besar banget ya. Bisa cerita gimana perjalanan PNFI ampe sebesar sekarang?
A : Mungkin karena grup ini independen. Bebas dan tidak terikat penerbit manapun. Jadi bisa tukar informasi dengan lebih leluasa, dengan syarat tidak mengandung unsur promosi. Aku juga salut sama teman-teman yang bareng - bareng membuat grup ini besar, juga para admin yang bekerja keras membangun bersama. *kok kayak slogan iklan semen*. Yang menggiurkan, setiap bulannya pasti ada event menarik buat para member. Jadi bisa dapat novel fantasi gratis. Bebi udah pernah ikutan event-nya? Seru lho....

Q : Hehehe...belum pernah, kak Raaf. Contoh event-nya apa aja?
A : Event PNFI yang paling diingat itu event Januari 2014, tentang cosplay parody. Jadi para anggota ditantang untuk menirukan gaya berpakaian karakter yang ada di novel fantasi, dan harus menggunakan barang-barang seadanya. Seru kan? Selain itu ada event membuat cerita pendek, crossover, kuis pengetahuan fantasi, dan lelang buku. Konsep lelang PNFI juga yang pernah diambil oleh BBI. Banyak deh. (Wah seru ya. Bebi pengen ikutan ah asal Bebi dijamin menang #lho)

...about BBI...

Q : Ceritain gimana awalnya ampe tertarik gabung BBI dong
A : Awalnya emang suka membuat "bekas" bahwa aku sudah baca buku ini lho. Nah, dengan menulis review lah bekas itu tercetak dan aku kumpulkan di blog. Setelah mendengar ada BBI, dan karena aku masih dalam misi "mencari banyak teman dengan ikut komunitas", aku jadi semakin tertarik dengan BBI. Dan, tadaaa...aku sedang diwawancarain Bebi.

Q : Lalu kesan setelah gabung di BBI gimana?
A : Banyak hal yang dapat dipelajari seperti bagaimana membuat review yang baik dengan melihat review teman - teman BBI. Dan tentang berorganisasi juga, bagaimana peran seorang member suatu komunitas manut dan tunduk pada aturan yang ada; seperti blog yang minimal sebulan sekali di-update. Terus aku ditunjuk jadi koordinator IRF yang semoga bisa menambah pengalamanku. (Wah...mesti wawancara kak Raafi lagi nih selaku pengalamannya jadi koordinator BBI di IRF 2014)

Q : Merasa ada kesulitan dalam me-maintain blog buku? Ato ada aturan BBI yang dirasa kurang sreg?
A : Emmm... sejauh ini sih masih biasa, belum ada kendala karena blognya masih itu-itu saja. Setelah baca kalo bisa langsung bikin review, atau kalo lagi males semales-malesnya, bikin review setelah beberapa buku dibaca. Aturannya BBI oke kok. Buktinya sampe sekarang tidak ada masalah berarti, malah semakin banyak merangkul semua kalangan.

...and then...

Oke...karena interview-nya udah puanjaaangg banget, Bebi kasih 3 pertanyaan terakhir aja ya.

Q : Jadi dalam 7 kata, Abduraafi Andrian adalah seorang yang?
A : Pendiam, selalu ingin tahu, menyenangkan. Semoga begitu.

Q : Kalo bisa masuk ke dalam suatu buku dan jadi tokohnya, pengen masuk di buku apa dan jadi siapa?
A : Di buku The Graveyard Books-nya Neil Gaiman jadi Nobody Owens. Hahaha...Pengen jadi misterius dan ingin tahu. (Bebi mikirnya bakal pengen jadi Crowley di Good Omens lho #heh)

Q : Punya bucket list? Sebutin 5 yg teratasnya dong kalo ada.
A : 1. Masuk ke dalam Ka'bah dan melihat apa yang ada di dalamnya.
2. Menulis kisah fantasi yang dielu-elukan secara nasional dan internasional.
3. Ke Mars dan mencari tahu apakah planet itu bisa ditinggali manusia, mengingat Bumi sudah semakin tak bersahabat.
4. Memiliki perpustakaan pribadi.
5. Mencium kedua telapak kaki Ummi di depan umum.

Wah...bucket list-nya keren-keren banget. Bikin Bebi minder sama bucket list versi Bebi. (Lalu melirik bucket list sendiri yang salah satu isinya adalah berenang di kolam fanta biru dan makan 50 bakpau dalam 10 menit (.__.) #cetek).
Kalo gitu cuma bisa mendoakan semoga semua di bucket list-nya terwujud ya, kak Raafi. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk ngobrol. Senang bisa mengenal kak Raafi lebih dekat.

Untuk sahabat Bebi yang lain, nantikan wawancara bersama Bebi di lain waktu ya. Siapa tahu lain kali kamu yang diwawancarai sama Bebi. Hooyaaahhhh.....
*Lalu nyetel backsound Mengheningkan Cipta*
Previous
Next Post »

18 comments

Write comments
Membership BBI
AUTHOR
12 January, 2015 19:57 delete

Paling wow sih pas tahu Raafi ikut audisi Indonesian Idol. Ga nyangka, hahahaha :)))

Eniwei, baca Harry Potter segera ya. Kalau LOTR belum baca aku maafin, karena aku juga belum baca :P

*mau tanya samting, tapi takut disambit Raafi*

-Ren-

Reply
avatar
Dion Yulianto
AUTHOR
12 January, 2015 20:18 delete

Ngahahahaha ii Bbeinya kok lucu banget sih hahahaha ...fokusnya malah ke Bebi, rafiinya terlupakan...sory fiii

Reply
avatar
Nana
AUTHOR
12 January, 2015 20:59 delete

hihi seruu. Moga2 ga kapok gabung di kepanitiaan acara BBI yaak..
Raafi, kamu nyanyi keroncong? Aku juga pernah ikutan orkes keroncong jadi pemain biola. Wah bisa kolaborasi nih kita. hahahahaha...

Reply
avatar
Ca
AUTHOR
12 January, 2015 21:43 delete

Jadi pengen ikut grup PNFI jugaa deeh.. :)) sama mau d wawancara jg donk.. #eeh

Reply
avatar
FJ
AUTHOR
12 January, 2015 23:02 delete

*mengamini bucket list-nya Raafi... dan juga Bebi*

Dan lewat wawancara ini jadi mengerti kenapa kemarin sempat ada PNFI idol :p

Reply
avatar
stevensitongan
AUTHOR
13 January, 2015 01:34 delete

Seru n keren bgt artikel Bebi!

Reply
avatar
13 January, 2015 04:42 delete

Baru tau Raafi jago nyanyi. Mungkin kopdar berikutnya kita suruh Raafi nyanyi. Huahahhaha...

Reply
avatar
R. Maryana
AUTHOR
13 January, 2015 06:34 delete

cieeeeehhh, mamang Raafi...

next time pindah ke Bandung juga ya *salah fokus*

Ayo dong baca Harry Potter. Aku awalnya juga dingin dingin aja sama dia. Terus kakak sepupuku ada yang ngasih HP5, baru pula. Pas dibaca, eh terus aja baca gak pengen berhenti :D

Makasih ya buat pinjeman konsep lelang PNFI ;) Mudah mudahan di BBI bisa ngadain lelang lagi...

*lalu lirik mbak Ren, bang Epi, Sabrina, teh Atria, mbak Una*

Reply
avatar
Asy-syifaa Halim
AUTHOR
13 January, 2015 09:05 delete

Kak Raafi suruh ikut X-Factor aja, kan sekarang dibuka pendaftarannya :D

Reply
avatar
Sabrina
AUTHOR
13 January, 2015 18:45 delete

Wah, sampai ikut audition Indonesian idol segala. Keren nih, menarik wawancaranya.

Semoga bucket list-nya kesampean semua :)

Reply
avatar
Helvry
AUTHOR
13 January, 2015 20:53 delete

waah keren nih ada wawancara sperti ini...jadi tambah kenal dengan member2 lain..
kayaknya perlu ditunjukkan dengan foto juga yaa..jadi pas kopdar tau mana orangnya, haha

Reply
avatar
Dhani
AUTHOR
15 January, 2015 15:59 delete

wah seru wawancaranya. Ngakak sendiri baca yang pink! :p

Reply
avatar
Zelie
AUTHOR
16 January, 2015 22:47 delete

Kocak baca wawancaranya.
Next time pas kopdar kita bikin brosur aja, hiburannya Raafi nyanyi XD

Reply
avatar
Opan
AUTHOR
22 January, 2015 04:31 delete

Bebiiii. Kau lucu sekali. :))))
Raafiiii, kau juga luar biasa. Jadi pengen dengerin Raafi nyanyi ih.

Reply
avatar
Arfina
AUTHOR
09 May, 2015 23:31 delete

Ikut dangdut academy aja XD

Reply
avatar
lilis
AUTHOR
25 June, 2015 21:07 delete

Padahal pengen tau kesannya waktu Dhani bilang, " Menurut saya sih yes, nggak tau ya mas Anang." hihihihi

Wawancara yang seru,semu jempol buat Bebi :D

Reply
avatar
Dewanto
AUTHOR
16 September, 2015 22:30 delete

Artikel nya lumayan seru , lucu juga hihihi ... apalagi Bebi lucu banget :))
seru juga ya grup BBI nya

Reply
avatar